URAIANPROYEK BERDASAR 13 BUTIR STANDAR KOMPETENSI ARSITEK UNTUK PENGAJUAN SERTIFIKAT KEAHLIAN ARSITEK (SKA) IKATAN ARSITEK INDONESIA PROYEK : BANGUNAN RUMAH TINGGAL Arsitek : Heru Sutono, IAI PROYEK 06 - RUMAH TINGGAL Heru Sutono Form B1 - 1/14 fURAIAN PROYEK 06 1 DATA PROYEK a. Nama Proyek RUMAH TINGGAL b.
Memilihmodel meja ruang tamu yang tepat adalah hal yang krusial. Selain sofa, meja tamu juga penting dalam penataan ruang tamu minimalis Anda. Meja tamu minimalis memiliki peran multifungsi. Yakni menjadi tempat menyajikan kudapan sekaligus sebagai focal point ruangan. Seperti 5 referensi meja tamu minimalis berikut yang patut Anda coba.
INSPIRASIRUANG TAMU MINIMALIS Arsitek Indo Kontraktor- Bagaimana sih menjadikan ruang tamu lebih minimalis?, Yuk cek Inspirasi ruang tamu minimalis. Login / Register. Mundu, Jl. Manggis 168A, Caturtunggal Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281 (0274) 2808036 0878 3475 4624 studioarsitekaik@
StandarUkuran Dapur Restoran. Mary J. Hayes. October 25, 2021. 29. 1305. Embed Size (px) 344 x 292 429 x 357 514 x 422 599 x 487. Standar Ukuran Restoran TEKNIK ARSITEKTUR PELITA BANGSA SEMESTER 4. Pengelolapelayanan. Area kerja rapat Toiletprivat.
Ukuranstandar kamar tamu sekitar 3,5 m x 3 m. 04. Ukuran Beranda: Lokasi terbaik untuk beranda adalah utara dan selatan namun kenyataannya posisi beranda tergantung bagian depan bangunan. Jika bagian depan bangunan adalah timur maka beranda juga terletak di timur. Beranda memisahkan kegiatan publik dan privat dalam rumah.
hlUFDg. a. Program Ruang Pemrograman dalam arsitektur dapat dikatakan sebagai proses menggali fakta-fakta hingga menetapkan kebutuhan-kebutuhan klien. Didalam proses ini terdapat sejumlah pertimbangan-pertimbangan seperti fungsi ruang termasuk didalamnya, bentuk, ekonomi hingga waktu Pena,William, 1977 Berbicara mengenai pertimbangan fungsi, berarti secara tidak langsung berkenaan dengan masalah ruang. Maka program ruang pada dasarnya adalah menetapkan kebutuhan ruang yang dapat memenuhi kebutuhan dan tuntutan klien. Tahapan Pemrograman ruang berturut-turut adalah a. Menetapkan Kebutuhan Ruangb. Menetapkan Besaran Ruangc. Menetapkan Pola Hubungan Ruangd. Menetapkan Zoning/pengelompokkan Fungsi Ruange. Menetapkan Kualitas Ruang b. Kebutuhan Ruang Kebutuhan ruang menetapkan macam fungsi ruang yang dibutuhkan untuk memenuhi tuntutan dan kebutuhan klien. Tahapan-tahapan menetapkan kebutuhan ruang adalah a. Menetapkan Pelaku b. Menetapkan Jenis Pelaku c. Jumlah Pelaku d. Menetapkan Aktifitas Pelaku yang Akan Diakomodir e. Pengelompokkan Pola Aktifitas yang seragam f. Menetapkan Kebutuhan Ruang Menetapkan Pelaku, Jenis dan JumlahnyaTahap paling awal dari proses menetapkan kebutuhan ruang adalah penetapan akan pelaku . Pelaku dapat dibagi dalam dua jenis yaitu a. Pelaku internal privatPelaku internal/privat adalah pelaku individu maupun kelompok yang berhubungan langsung dengan aktifitas, pemilikan serta pengelolaan suatu ruang. Kelompok ini pula yang secara legalitas formal berhak menggunakan ruangan internal/privat inipun dapat dibagi atas hirarki/tingkatan privasinya, dari suatu tingkat privasi rendah hingga tinggi. b. Pelaku eksternal publikPelaku eksternal/publik adalah pelaku individu maupun kelompok yang berhubungan langsung dengan aktifitas suatu ruang, namun tidak secara langsung berhubungan dengan kepemilikan maupun pengelolaan ruang tersebut. Penetapan pelaku mengandung makna bahwa hanya pelaku-pelaku inilah yang nantinya akan menggunakan ruang yang direncana. Jenis pelaku, disis lain adalah penggolongan pelaku-pelaku yang telah ditetapkan dalam 2 kelompok internal/privat dan eksternal/publik yang telah disebutkan diatas. Selain itu, jumlah masing-masing pelakupun harus pula ditetapkan, karena akan mempengaruhi besar area ruang yang akan direncanakan. Menetapkan Pola Aktifitas Pelaku Yang Akan Diakomodir Pola aktifitas adalah seluruh kegiatan pelaku dalam satu waktu hari, minggu, bulan, tahun dst. yang memiliki suatu keteraturan di dalam ruang yang direncana. pola aktifitas ini dapat dirumuskan melalui pembuatan skenario aktifitas pelaku yang mungkin terjadi. Skenario aktifitas dapat dilakukan melalui kegiatan pengamatan observasi terhadap aktifitas-aktifitas pelaku yang ada pada ruang yang akan direncanakan atau dengan mengamati pola aktifitas pada ruang dengan fungsi yang serupa dengan ruang yang akan direncana. Pengelompokkan Pola Aktifitas Yang Serupa Tahapan berikutnya setelah pola aktifitas didapatkan, adalah mengelompokkan pola-pola yang memiliki kesamaan. Perlu untuk dicermati adalah pola-pola yang membutuhkan suatu ruang khusus dan yang dapat digabungkan dengan ruang lainnya. Hal ini sangat penting karena tidak seluruh pola aktifitas menuntut suatu ruang yang mandiri. Menetapkan Kebutuhan Ruang Tahap akhir dari proses ini adalah dengan menetapkan ruang-ruang yang dibutuhkan. Mengingat bahwa terdapat pola-pola aktifitas yang serupa namun tidak diakomodir dalam sebuah ruangan, maka perlu pula dicatatkan akan jumlah ruang yang akan dibuat. Untuk memudahkan proses menetapkan kebutuhan ruang ini, dapat dibuat sebuah tabel yang menggambarkan seluruh data yang telah didapatkan. No. Pelaku Jenis Pelaku Jumlah Pelaku Skenario Aktifitas Pelaku Kebutuhan Ruang c. Besaran RuangPada dasarnya ruang adalah tempat aktifitas manusia, oleh karena itu untuk dapat menghitung besaran suatu ruang, terdapat sejumlah pertimbangan. Pertimbangan- pertimbangan dalam menghitung besarnya suatu ruang adalah a. Pelaku menyangkut besaran antropormorfik dan jumlah pelaku b. Aktifitas jenis ,karakteristik dan macam aktifitas c. Furniture peralatan yang mendukung suatu aktifitas Besaran Pelaku Pelaku dalam hal ini adalah orang atau sekelompok orang yang akan beraktifitas dan menggunakan suatu ruangan. Besaran pelaku dapat diprediksikan besarnya dengan melihat besaran antropomorfik dan jumlah pelaku yang akan menggunakan suatu ruang. Besaran antropomorfik menunjuk pada besaran tubuh seorang pelaku. Besaran ini dapat berbeda untuk satu orang terhadap lainnya. Namun untuk dapat memudahkan perhitungan, umumnya dapat digunakan standar besaran antropomorfik yang telah distandarisasikan. Besaran ini dapat mengacu pada besaran antropomorfik yang pada buku Data Arsitektur standar Eropa ataupun Time Saver Standart Standar Amerika. Pada besaran antropomorfik ini, dapat dilihat luasan area seorang pelaku pada kondisi berdiri, berjalan, duduk hingga tidur. Jumlah Pelaku umumnya dapat diperhitungkan dengan membandingkan jumlah pelaku suatu ruang dengan ruang lainnya yang memiliki fungsi dan aktifitas yang serupa. Selain itu jumlah pelaku dapat pula dihitung besarnya melalui suatu prediksi aktifitas ruang kedepan lihat penjelasan mengenai pola aktifitas pada bagian sebelumnya. Proses ini membutuhkan kejelian dan ketelitian di dalam melakukannya. Karena tidak jarang suatu ruang ternyata dinyatakan gagal dikarenakan kesalahan perencana didalam melakukan prediksi jumlah pelaku. Besaran Aktifitas Aktifitas suatu ruangan berarti seluruh kegiatan yang dilakukan di dalam ruangan tersebut. Jenis aktifitas dapat digolongkan atas 2 macam yaitu aktifitas kelompok dan individu. Karakteristik suatu aktifitas terbagi atas aktifitas formal dan informal. Sedangkan macam aktifitas dapat berupa aktifitas bekerja, bermain, ibadah, istirahat, dan sebagainya. Besar area aktifitas yang dapat ditampung dalam suatu ruang dapat dihitung sebesar 20 β 30 % dari luas ruang yang digunakan untuk pelaku dan furniture. Dalam nilai ini tercakup pula besarnya sirkulasi pergerakan yang terjadi dalam ruangan tersebut. Nilai 20 β 30% ini didasrkan atas efisiensi ruang terhadap faktor ekonomi kontruksi bangunan. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa besarnya aktifitas dapat mencapai lebih dari nilai 20 β 30% ini. Hal tersebut dapat dikarenakan faktor ekonomi tidak menjadi prioritas utamanya. Besaran Furniture Furniture atau perlengkapan ruang, ditetapkan sesuai dengan macam aktifitas serta jumlah pelaku yang menggunakannya. Sebagai acuan guna memudahkan mendapatkan besar luasan area yang akan digunakan untuk suatu furniture, dapat digunakan standar- standar besaran yang telah ada data Arsitektur, Neufert. No. Nama Ruang Jumlah Pelaku orang Besar area Pelaku A m2 Besaran Furniture B m2 Besaran Aktifitas 20 β 30% A+B m2 Contoh Sebuah rumah direncanakan akan dibangun. Rumah ini diharapkan akan dapat menampung sebuah keluarga kecil bapak pekerja kantor, ibu ibu rumah tangga dan anak pelajar smp, dan tamu- tamu yang akan berkunjung. Rencanakan ruang-ruang yang harus disediakan untuk rumah tersebut! 1. Kebutuhan Ruang No. Pelaku Jenis Pelaku Jumlah Pelaku Skenario Aktifitas Pelaku Kebutuhan Ruang 1. Bapak Privat 1 Makan, Tidur, mandi/wc, bekerja, istirahat, mandi, bercengkerama dengan keluarga, makan malam, Menerima tamu, mengerjakan tugas kantor, menonton tv/musik, tidur R. MakanR. TidurK. Mandi/lavatoriR. IstirahatR. TamuR. Audio VisualR. Kerja 2. Ibu Privat 1 Menyiapkan Makan malam, makan malam, membersihkan bekas makan malam tidur, menyiapkan sarapan, membersihkan rumah, mandi, belanja, menerima tamu, menyiapkan makan siang, mencuci dan, menyeterika pakaian istirahat, mandi, bercengkerama dengan keluarga, menyiapkan makan malam, makan malam, istirahat, tidur, dll R. DapurR. MakanR. CuciR. TidurK. Mandi/lavatoriR. Cuci baju dan seterika pakaianR. TamuR. IstirahatR. Audio Visual 3. Anak Privat 1 Makan Malam,membersihkan bekas makan malam, Belajar, Tidur, mandi, sarapan, sekolah, istirahat, makan siang, ekskul/sekolah, istirahat, mandi,makan malam, mengerjakan tugas, istirahat, tidur R. TidurK. Mandi/lavatoriR. MakanR. CuciR. BelajarR. Audio VisualR. IstirahatR. Tamu 4. Tamu Publik 1 - 4 Berbincang-bincang, menonton tv, mengerjakan tugas R. TamuR. Audio VisualR. BelajarR. Bekerja Dari daftar kebutuhan ruang yang telah didapatkan, dapat dibuat penyederhanaan ruang dengan cara menggabungkan ruang-ruang yang memiliki fungsi dan karakteristik yang sama. Namun harus dicermati bahwa tidak seluruh ruang ynag memilik kesamaan harus disatukan, karena dimungkinkan pula untuk dipisahkan seperti kamar mandi untuk bapak dan ibu terhadap anak, ruang tidur bapak dan ibu terhadap anak dsb. Sehingga total kebutuhan ruang yang harus disediakan adalah a. R. Tidur Bapak/Ibu b. R. Tidur Anak c. R. Makan d. R. Cuci pakaian dan seterika e. R. Dapur dan cuci f. R. Istirahat/keluarga g. R. Audio Visual h. R. Tamu i. R. Kerja dan Belajar j. Kamar Mandi/lavatori khusus Bapak/Ibu mandi/lavatori 2. Besaran Ruang a. Terhadap Pelaku No. Nama Ruang Pelaku jumlah 0,8 M2 Luas M2 1. R. Tidur Bapak/Ibu BapakIbuAnak 3 X 0,8 = 2,4 2. R. Tidur Anak AnakIbuBapakTamu 1 4 X = 3,2 3. R. Makan IbuBapakAnak 3 X 0,8 = 2,4 4. R. Cuci dan Setrika Ibu 1 X 0,8 = 0,8 5. R. Dapur dan Cuci IbuBapakAnak 3 X 0,8 = 2,4 6. R. Istirahat BapakIbuAnak 3 X 0,8 = 2,4 7. R. Audio Visual BapakIbuAnakTamu 2 5 X 0,8 = 4,0 8 R. Tamu BapakIbuAnakTamu 2 5 X 0,8 = 4,0 9 R. Kerja dan Belajar BapakAnakTamu 1 3 X 0,8 = 2,4 10 Kamar Mandi/lavatori Khusus Bapak dan Ibu BapakIbu 2 X 0,8 = 1,6 11 Kamar Mandi/lavatori 1. Bapak/Ibu/Anak/Tamu 1 X 0,8 = 0,8 b. Terhadap Furniture No. Ruang Furniture jumlah Luas M2 1. R. Tidur Bapak/Ibu 1. Tempat Tidur 1 2. Lemari Pakaian 1 3. Meja Rias/Toalet 1 1. 1 X 2X1 = 2 2. 1 X 1 X 0,5 = 0,5 3. 1 X 0,5 X 0,5 = 0,25 2. R. Tidur Anak 1. Tempat Tidur 1 2. Lemari Pakaian 1 3. Meja belajar 1 4. Lemari buku 1 1. 1 X 2X0,5 = 1 2. 1 X 1 X 0,5 = 0,5 3. 1 X 0,5 X 1 = 0,5 4. 1 X 0,5 X 0,5 = 0,25 3. R. Makan 1. Meja makan 1 2. Kursi Makan 5 3. Lemari Perabot Makan 1 4. Wastafel 1 1. 1 X 1 X 1,5 = 1,5 2. 5 X 0,5 X 0,5 = 1,25 3. 1 X 1 X 0,5 = 0,5 4. 1 X 0,5 X 0,5 = 0,25 4. R. Cuci dan Setrika 1. Meja Seterika 1 2. Kursi 1 3. Lemari Pakaian 1 1. 1 X 0,5 X 1 = 0,5 2. 1 X 0,5 X 0,5 = 0,25 3. 1 X 1 X 0,5 = 0,5 5. R. Dapur dan Cuci 1. Meja Pantry 1 2. Meja Cuci 1 3. Rak Piring 1 1. 1 X 0,5 X 1 = 0,5 2. 1 X 0,5 X 1 = 0,5 3. 1 X 0,25 X 0,5 = 1,25 6. R. Istirahat 1. Kursi 3 2. Meja 1 1. 3 X 0,5 X 0,5 = 0,75 2. 1 X 0,5 X 0,5 = 0,25 7. R. Audio Visual 1. Perlengkapan Audio Visual 1 2. Sofa 4 3. Meja 1 1. 0,5 X 1 = 0,5 2. 4 X 0,5 X 0, 5 = 1 3. 1 X 0,5 X 0,5 = 0,25 8. R. Tamu 1. Kursi 5 2. Meja 1 3. Rak 1 1. 5 X 0,5 X 0,5 = 1,25 2. 1 X 0,5 X 0,5 = 0,25 3. 1 X 1 X 0,5 + 0,5 9. R. Kerja dan Belajar 1. Meja kerja 2 2. Kursi 3 3. Lemari Buku 2 1. 2 X 0,5 X 1 = 1 2. 3 X 0,5 X 0,5 = 0,75 3. 2 X 0,5 X1 = 1 10. Kamar Mandi/lavatori Khusus Bapak dan Ibu 1. Bathub 1 2. Closet 1 3. Wastafel 1 1. 1 X 0,5 X 2 = 1 2. 1 X 0,5 X 1 = 0,5 3. 1 X 0,5 X 0,5 = 0,25 11. Kamar Mandi/lavatori 1. Bak Mandi 1 2. Closet 1 1. 1 X 0,5 X 0,5 = 0,25 2. 1 X 0,5 X 1 =0,5 c. Terhadap Aktifitas No. Ruang Furniture + Pelaku A M2 Luas = 20% A M2 1. R. Tidur Bapak/Ibu 2,4 + 2,75 = 5,15 1,03 2. R. Tidur Anak 2,25 + 3,2 = 5,45 1,09 3. R. Makan 3,5 + 2,4 = 5,9 1,18 4. R. Cuci dan Setrika 1,25 + 0,8 = 2,05 0,41 5. R. Dapur dan Cuci 2,25 + 2,4 = 4,65 0,93 6. R. Istirahat 1 + 2,4 = 3,4 0,68 7. R. Audio Visual 1,75 + 4 = 5,75 1,15 8. R. Tamu 2 + 4 = 6 1,2 9. R. Kerja dan Belajar 2,75 + 2,4 = 5,15 1,03 10. Kamar Mandi/lavatori Khusus Bapak dan Ibu 1,75 + 1,6 = 2,35 0,47 11. Kamar Mandi/lavatori 0,75 + 0,8 = 1,55 0,311 Maka luas total untuk setiap ruang adalah No. Ruang Furniture + Pelaku A + Aktifitas M2 Luas M2 1. R. Tidur Bapak/Ibu 2,4 + 2,75 + 1,03 6,18 2. R. Tidur Anak 2,25 + 3,2 + 1,09 6,54 3. R. Makan 3,5 + 2,4 +1,18 7,08 4. R. Cuci dan Setrika 1,25 + 0,8 + 0,41 2,46 5. R. Dapur dan Cuci 2,25 + 2,4 + 0,93 5,58 6. R. Istirahat 1 + 2,4 + 0,68 4,08 7. R. Audio Visual 1,75 + 4 + 1,15 6,9 8. R. Tamu 2 + 4 + 1,2 7,2 9. R. Kerja dan Belajar 2,75 + 2,4 + 1,03 6,18 10. Kamar Mandi/lavatori Khusus Bapak dan Ibu 1,75 + 1,6 + 0,47 2,82 11. Kamar Mandi/lavatori 0,75 + 0,8 + 0,311 1,86 12. Luas Total 56,88
Material dan elemen-elemen dekoratif yang digunakan dalam desain interior ruang tamu industrial benar-benar tampak menarik secara visual. Tampak sangat bernyawa dengan penampilannya yang sangat impresif. β Langkanya penggunaan gaya desain interior industrial pada bangunan-bangunan residensial atau hunian, tidak berarti adanya semacam keengganan atau bahkan kesan βharamβ dalam tanda kutip, penggunaan gaya desain interior tersebut. Beberapa rumah dengan desain interior industrial justru menampilkan kesan artistik yang kuat serta visualisasi yang sangat atraktif, terutama pada desain interior ruang tamunya. Umum kita kenal dan ketahui, gaya desain interior industrial banyak diadaptasi juga diterapkan pada ruang-ruang komersial seperti kafe atau kantor. Namun sangat jarang digunakan dan diterapkan pada area-area hunian. Tren dan serbuan gaya desain interior minimalis bisa jadi alasan kuat kenapa desain interior industrial sangat jarang digunakan. Apalagi saat mempersoalkan tren perkembangan ukuran hunian berukuran kecil dengan desain yang kompak, bisa kita jadikan dasar argumentasi kenapa desain interior industrial seperti kurang mendapatkan tempat. Desain interior ruang tamu industrial yang macho dan maskulin Desain interior ruang tamu industrial yang macho dan maskulin adalah merupakan bagian dari perkembangan gaya desain interior yang mengedepankan dan menghasilkan kreasi bentuk, konfigurasi, serta komposisi garis atau warna, garis dan warna, atau gabungan keduanya. Bentuk-bentuk tiga atau dua dimensi pada desain interior ruang tamu industrial, memberikan kesan estetik yang sangat khas. Gaya desain interior dengan warna-warna monokromatik yang menampilkan nuansa ruangan yang unik. Desain ruang tamu industrial. ~via digsdigs Kafe, co-working space, serta beberapa ruang-ruang publik di perkotaan hari ini, cenderung memilih gaya desain interior industrial. Hal tersebut merupakan pilihan sejak awal desain dan konstruksi interior eksterior sejak mula. Namun lain hal jika rumah-rumah atau hunian-hunian berukuran kecil, menggunakan dan memilih desain interior industrial tentu memiliki risiko-risiko tertentu. Konsekuensi langsung yang lahir adalah mengubah beberapa konstruksi interior yang seharusnya merupakan rancangan awal. Apartemen industrial. ~ via softtosd Atap ekspos, dinding ekspos hingga lantai ekspos adalah elemen-elemen atau faktor dan ciri khas gaya desain interior ruang tamu industrial. Begitu pula perabotan atau furnitur yang digunakan, cenderung tanpa finishing cat dan lebih menunjukan warna aslinya. Interior ruang tamu gaya industrial. ~ via pinterest Desain interior ruang tamu industrial dan barang-barang daur ulang Dalam beberapa situasi, desain interior ruang tamu industrial menampakan penggunaan furnitur yang berasal dari barang-barang daur ulang. Furnitur daur ulang ini memang sangat lazim digunakan dalam desain interior industrial. Begitu pula dengan pilihan furnitur berbahan kayu, tanpa cat serta hanya cukup menggunakan politer. Sementara furnitur berbahan besi, aluminium atau stainless, juga memiliki kecenderungan serupa. Dibiarkan sesuai bentuk dan tampilan awal material aslinya. Gaya desain interior industrial apartemen mini. ~ via pinterest Desain interior ruang tamu industrial benar-benar memberikan visualisasi yang sangat atraktif. Kesan macho, maskulin dengan nuansa artistik yang kuat, mampu memberikan kenyamanan dan menampilkan suasana yang sama sekali berbeda dari yang biasa kita lihat dalam gaya desain interior lainnya.
standar ruang tamu data arsitek